Cari Blog Ini

Sabtu, 21 Mei 2011

Arti Penting Menulis dan Membaca

Menulis dan membaca merupakan dua keahlian standar yang harus dimiliki setiap manusia. Sejak lahirnya manusia ke muka bumi ini, dua kegiatan itu langsung melekat sebagai salah satu kebutuhan dasar. Tanpa kemampuan menulis dan membaca, seorang manusia akan tertinggal dibanding manusia lainnya.  Apalagi pada masa modern dan era globalisasi sekarang.
Setiap orang mutlak harus punya kemampuan menulis dan membaca, menulis dan membaca kadang disepelekan. Banyak orang yang hanya punya kemampuan minimal. “Ah yang penting bisa menulis dan membaca saja!” itu pikiran sebagian besar manusia. Padahal, menulis dan membaca dengan lebih baik, punya manfaat yang teramat besar dalam membangun kemajuan sebuah generasi. “Ikatlah ilmu dengan tulisan,” demikian perintah Saidina Ali Ra. yang dikenal sebagai samudera ilmu Islam di awal perkembangannya belasan abad silam.
Menulis memerlukan ketrampilan, asal coret saja sudah jadi. Tidak, yang sebenarnya tidak demikian. Dalam menulis ada keterlibatan unsur kognitif, afektif dan psikomotor, bahkan unsur kognitif memang menonjol, maka orang yang tidak banyak ilmu tidak akan dapat menulis “Tanpa Membaca, maka akan sulit sekali Menulis”.
Membaca merupakan salah satu media yang paling efektif untuk melihat cakrawala dunia secara obyektif, mandiri, dan kreatif. Dengan membaca, kita akan banyak memperoleh ilmu pengetahuan dan pengalaman serta cakrawala berpikir. Bahkan dengan membaca, kita akan menjadi seorang yang kreatif, kritis, dan bijak, atau sekurang-kurangnya kita bisa hijrah dari orang yang tidak tahu menjadi orang yang mengetahui.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa kalau kita mengamalkan suatu ilmu, maka Allah akan membukakan ilmu-ilmu baru. Penjelasan dalam bentuk tulisan juga dapat menjadi sihir yang dapat membelokkan pikiran orang lain. Lihatlah kekuatan sihir Al Qur’an yang telah berhasil membelokkan manusia dari jalan sesat menuju jalan yang benar.
Ada beberapa faktor yang berpengaruh sehingga orang tidak suka / tidak terbiasa menulis.
1.      Skill dalam arti kemampuan dan ketrampilan menulis yang lemah
2.      Will, yakni kemauan atau keinginan. Banyak orang yang kemauannya untuk melakukan sesuatu pekerjaan sangat lemah atau tidak ada sama sekali, karena tidak mengerti manfaat perkerjaan itu.
Ambil saja contoh sedekah. Banyak orang yang malas bersedekah, karena nggak faham hakekat sedekah, nggak ngarti manfaat sedekah bagi dirinya. Kalau dia bisa melihat akherat tentu akan berlomba-lomba sedekah. Rasulullah SAW berwasiat tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Begitu pula dengan dakwah, banyak orang yang malas berdakwah karena tidak faham manfaatnya. Padahal dengan dakwah inilah kita dapat menyelamatkan ribuan, jutaan, bahkan milyaran jiwa dari siksa api neraka. Sehingga Allah sendiri menilai dakwah sebagai pekerjaan yang paling mulia (QS 41: 33). menulis itu bagian dari dakwah dan membaca itu termasuk kelompok orang yang didakwahi.

Beberapa manfaat menulis antara lain:
1.      Untuk menyampaikan informasi, berita, peringatan dan sejenisnya.
2.      Merupakan satu cara untuk mengajar dan mendidik orang lain.
3.      Melatih Fokus, Memiliki banyak teman
4.      Merupakan salah sau cara untuk mempengaruhi opini orang lain.
Baik dalam bentuk media cetak (buku, majalah, surat kabar) maupun elektronik (software, CD, internet dll).
5.      Menulis sama-sama memiliki kakuatan yang dahsyat untuk mengubah pola pikir orang yang membacanya.
6.      Menulis dapat menjadi tempat menyalurkan perasaan dan pendapat yang jika disimpan bisa berdampak negatif bagi tubuh dan pikiran secara fisik dan mental.
7.      Dengan menulis, kita bisa mendapatkan reward. Hadiah itu bisa berbentuk apresiasi dari pembaca, uang atau nama besar.
Setiap diri kita adalah penulis untuk diri dan kehidupan kita karena hanya kita yang benar-benar mengerti siapa diri kita.
Setiap diri adalah dai…mari ambil bagian dimana potensi yang kita punya dan mampu untuk terus dikembangkan…jangan merasa tidak dapat dan tidak bisa….semua insan ini diciptakan Allah dengan kelebihan dan keunikan masing masing…tinggal kita mau tidak menggali potensi titipan Ilahi ini…yang kesemuanya itu nanti akan dimintai pertanggung jawaban…..semoga segala titipan ini hanya untuk meraih ridhlo Allah dan hanya Allah saja tujuannya…agar setiap detik yang berlalu senantiasa bernilai akhirat atau ukhrowi….harta, ilmu, buah pikiran, tenaga…waktu…..maksimalkan untuk mengejar akhirat.